News

Dunia Internal, Necktop, dan Lateral Eye Movement

Selamat pagi Guys..

 

Guys… Apakah Anda pernah melakukan interogasi atau memBAP (Berita Acara Pemeriksaan) orang lain ketika melasanakan tugas profesi Anda? Apakah Anda pernah merasakan bahwa sebenarnya Anda tahu bahwa dia tidak berkata yang sebenarnya, tapi Anda merasa itu hanya intuisi Anda saja. Apakah Anda ingin mempunyai kemampuan untuk membaca fikiran orang lain (mind reading) dengan lebih baik dan berdasar?..naah berikut ini adalah artikel yang dapat membantu Anda untuk itu. Dengan membaca artikel ini Anda menjadi faham mengapa hal tersebut bisa terjadi, dengan membaca artikel ini Anda menjadi tahu apa yang hendak Anda tanyakan pada pertanyaan berikutnya, dengan membaca artikel ini Anda pun mahfum mengapa orang tertentu bisa melakukan pengungkapan kasus besar. Logika Anda menjadi bisa menerima mengapa hal itu bisa terjadi. Semua hal itu menjadi jelas dan terbuka bagi Anda setelah Anda membaca dan mengimplementasikan artikel ini, dengan memahami cara kerja otak dan Lateral Eye Movement sebagai salah satu alat yang membantu Anda dalam melakukan wawancara pun interogasi. Lebih lanjut Anda bisa mengimplementasikannya juga dalam keseharian Anda sebagai makhluk sosial sebagai mahluk komunikasi.

 

Dunia Anda bukan dunia yang sebenarnya

 

Anda sebagai akuntan tentunya setuju bahwa yang menjadi input dalam menyusun sebuah laporan keuangan adalah transaksi keuangan. Transaksi keuangan ini kemudian diolah oleh sang penyusun laporan keuangan dengan cara tersendiri, ada yang diinput langsung ke dalam program akuntansi, ada yang dibuang karena tidak diperlukan untuk penyusunan laporan keuangan, dan ada juga yang dijadikan satu dengan bukti lain atau transaksi lainnya,. Selain data tentang fakta dan informasi yang ada ternyata si pembuat laporan keuangan pun memberikan bumbu berupa kalimat-kalimat yang disampaikan melalui catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan menjadi jauuuh lebih berbunyi ketika diberi informasi tambahan berupa catatan atas laporan keuangan ini. Oleh karena itu di bawah Neraca, Laba Rugi, Perubahan Ekuitas, dan Arus Kas selalu ada kalimat ”Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan”. Naah setelah laporan keuangan itu selesai lengkap, maka laporan tersebut diberikan kepada pengurus atau manajemen atau bos perusahaan itu. Selanjutnya pengurus akan melakukan aksi berdasarkan informasi yang diterimanya. Seperti itulah alur pembuatan laporan keuangan sejak transaksi keuangan sampai dengan pengambilan keputusan oleh bos perusahaan.

 

Hal yang sama ternyata juga terjadi di setiap kepala manusia. Otak manusia menerima masukan berupa gambar warna-warni dari mata, menerima suara hiruk pikuk dari telinga, menerima usapan dan belaian angin dari kulit, menerima aroma wangi semerbak dari hidung, dan menerima rasa pencecapan dari mulut. Semuanya terjadi pada saat yang sama yang selanjutnya disebut sebagai peristiwa. Semua data dan informasi dari panca indera inilah yang menjadi input bagi sang otak.

 

Seperti sang pembuat laporan keuangan, sang otak ini juga tidak begitu saja menyampaikan seluruh data dan informasi yang diterimanya melalui panca indera tadi kepada bosnya, yaitu Anda; Ternyata sang otak pun melakukan pengolahan tertentu sebelum memberikan data dan informasi itu kepada Anda. Otak melakukan penyaringan berupa mengedit (distortion), menghapus (deletion), dan menyamaratakan (generalization).

 

Apakah Anda ingat tadi pagi sarapan apa dan dengan siapa? Kalau Anda ingat, syukurlah berarti file peristiwa tadi pagi tidak dihapus oleh otak Anda. Pertanyaan berikutnya, apakah Anda ingat 28 hari yang lalu Anda sarapan apa dan dengan siapa? Kalau Anda ingat, syukurlah, tapi kalau Anda tidak ingat, itu artinya otak Anda sudah menghapus file itu dari memory Anda, atau menyimpannya dalam rak tertentu, menguncinya, dan otak Anda kehilangan kuncinya sehingga otak Anda tidak dapat menemukannya.

 

Masih tentang sarapan yang tadi pagi, apakah Anda tahu persis tentang warna meja, tentang suara-suara yang Anda dengar, tentang rasa rotinya, atau nasinya, atau rasa kopi atau tehnya? Secara detil? Termasuk semut yang lewat di meja?, termasuk lampu dan sinar matahari yang menyela? Bila tidak ingat secara detil, maka sebenarnya otak Anda sudah melakukan editing (mendistorsi). Otak Anda melakukan proses editing secara otomatis apabila dia merasa tidak memerlukan sebagian data itu. Otak Anda mungkin hanya berfokus kepada rasa makanan tadi, atau hanya berfokus kepada isi obrolan tadi pagi, dan bukan kepada semut yang lewat di meja Anda.

 

By the way… kenapa Anda masih ingat sarapan yang tadi pagi?, walaupun tidak seluruh bagiannya Anda ingat. Kenapa Anda sudah lupa dengan sarapan 28 hari yang lalu? Kenapa? Itu semua karena keadaan sarapannya sama dengan keadaan sarapan hari-hari yang lainnya, sehingga ketika otak menerima data dan informasi tentang peristiwa yang diberi makna ”sarapan pagi” dan ternyata tidak ada kejadian luar biasanya, maka otak Anda akan men-generalisasi sarapan pagi ini dengan sarapan pagi yang lainnya, dan percayalah bahwa Anda akan segera melupakan peristiwa yang sudah digeneralisasi/disamaratakan maknanya ini dalam waktu beberapa hari ke depan.

 

Proses mengedit, menghapus, dan men-generalisasi ini terjadi bukan hanya untuk peristiwa makan pagi itu saja, tapi juga pada seluruh peristiwa di dalam hidup Anda. Oleh karena itu alarm Anda akan dibunyikan oleh otak Anda apabila Anda bertemu dengan seorang laki-laki yang berkumis dan agak lusuh misalnya, kenapa? Karena di otak Anda sudah terekam sejak kecil bahwa seorang laki-laki berkumis dan agak lusuh sama dengan preman yang suka merampas atau bisa melukai Anda, dan semua laki-laki berkumis dan agak lusuh adalah sama. Walaupun Anda sedang berada di tempat yang aman sekali pun Anda masih was-was. Itu terjadi karena adanya proses generalisasi oleh otak Anda. Padahal kan sebenarnya tidak semua laki-laki yang berkumis dan agak lusuh seperti itu bukan?

 

Pertanyaan lagi, Kenapa Anda merasa takut atau was-was? Kenapa Anda merasa nyaman? Kenapa? Karena ternyata selain melakukan edit, hapus, dan generalisasi, ternyata otak Anda pun melakukan proses memaknai atau memberikan label atas peristiwa yang ada. Laki-laki berkumis dan agak lusuh tadi sudah diberi label oleh otak Anda bahwa gambar yang seperti ini adalah preman. Preman sama dengan senang melukai orang lain dan tidak punya aturan. Tidak punya aturan sama dengan jahat. Hati-hati lah!!. Seperti itulah kira-kira alarm yang dibunyikan oleh otak Anda.

 

Selanjutnya dari mana Anda tahu bahwa yang ini jahat, dan yang ini baik? Ini terjadi karena dalam proses melakukan pemaknaan atau labeling tadi otak Anda mempunyai standar yang sudah Anda setujui untuk dijadikan acuan. Standar tersebut disebut dengan neuro-logical level yang sudah pernah kita bahas pada edisi sebelumnya. Bila peristiwa yang terjadi berada lebih dari standar yang Anda tentukan, maka Anda akan melabel ”baik” dan sebaliknya apabila peristiwa itu kurang dari standar yang telah Anda tentukan, maka Anda akan melabel peristiwa itu dengan label ”tidak baik”.

 

Selanjutnya, ternyata standar yang ditentukan berbeda pada setiap orang, Itulah sebabnya kenapa satu peristiwa yang sama bisa diberi makna yang berbeda oleh orang yang berbeda. Misalnya peristiwa polygami, buat beberapa orang adalah tidak baik, tapi buat beberapa orang lainnya peristiwa polygami adalah baik saja atau peristiwa biasa saja. Oleh karena itu apabila Anda adalah laki-laki yang menginginkan istri Anda menyetujui peristiwa polygami, maka ubahlah standar yang ada di neuro-logical levelnya. Demikian juga apabila Anda menginginkan sebuah perubahan besar pada diri staff Anda, maka ubahlah standar yang ada di neuro-logical level staff Anda. Beberapa orang menyebut neuro-logical level dengan sebutan ”mind set”.

 

Analogi pemaknaan di atas sama persis seperti ketika Anda melakukan perubahan pada perlakuan dan standar akuntansi. Transaksi yang sama bisa dimaknai berbeda jika menggunakan standar akuntansi berbeda. Perubahan pada perlakuan dan standar akuntasi bisa membalik laba perusahaan menjadi rugi dan sebaliknya. Persis seperti kejadian di Eropa yang memberlakukan standar IFRS dan di Amerika memberlakukan GAAP. Kinerja Mercedes Benz dinilai rugi oleh bursa Eropa dan dinilai laba oleh bursa di New York. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bisa saja karena standar akuntansinya berbeda.

 

Oleh karena itu penentuan standar akuntansi/neuro-logical level ini adalah sangat penting dan fundamental. Kenapa? karena investor di bursa hanya bereaksi atas laporan keuangan yang diterimanya dan sama sekali bukan atas transaksi yang sebenarnya yang terjadi di luar sana. Hal yang sama juga terjadi di otak manusia, ternyata manusia juga tidak bereaksi atas peristiwa yang terjadi di luar sana dan ternyata manusia hanya bereaksi atas dunia internalnya, yaitu berupa peristiwa yang sudah diedit, dihapus, di-generalisasi, dan diberi makna sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh masing-masing manusianya. Sekali lagi, ternyata Anda tidak melakukan reaksi atas dunia yang sebenarnya, tetapi Anda melakukan reaksi atas dunia internal yang Anda ciptakan sendiri di kepala Anda sesuai dengan standar Anda.

 

Pertanyaan pertama, siapakah selama ini yang membuat keputusan di hidup Anda? Otak Anda atau Anda sendiri?

 

Pertanyaan berikutnya, sadarkah Anda bahwa selama ini Anda bereaksi atas dunia internal yang Anda buat sendiri di kepala Anda, dan bukan atas peristiwa itu sendiri?

 

Desktop versus Necktop

 

Seperti juga layaknya sebuah desktop (di atasnya meja), maka kepala manusia (leher ke atas/necktop) juga mempunyai cara kerja tersendiri, mempunyai RAM, mempunyai hard disk, mempunyai program tersendiri juga. Kalau di desktop terdapat program yang bernama Microsoft Excel misalnya, maka di necktop pun terdapat program yang bernama membuat laporan. Banyak sekali program di desktop; dan di necktop pun jumlah programnya tidak terhingga. Ketika desktop meng-execute program hitungan dengan melakukan execute puluhan subprogram, maka necktop pun ketika meng-execute program hitungan juga melakukan ratusan subprogram, di antaranya adalah subprogram keseriusan, subprogram fokus, subprogram duduk tegak dan lain sebagainya.

 

Ada beberapa perbedaan antara desktop dan necktop. Perbedaannya antara lain adalah program di desktop bisa terjadi beberapa program tidak berhubungan sama sekali misalnya antara program statistik SPSS dengan program video media player, sedangkan di necktop hal tersebut tidak dimungkinkan, karena seluruh programnya saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Apabila dunia Anda sedang diberi makna ”beriman, menjadi diri sendiri, sesuai dengan nilai-nilai, bertingkah laku sesuai, mempunyai kecukupan kemampuan, berada pada lingkungan yang cocok”, maka Anda akan memberikan reaksi yang lebih baik terhadap seluruh peristiwa yang masuk ke dunia internal Anda. Situasi ini sering disebut dengan mood anda sedang baik. Istilah mood tidak dikenal oleh desktop.

 

Sedemikian terkoneksinya program-program di dunia internalnya manusia, sehingga apapun yang terjadi di dunia internal, tampak di luar dan bisa dilihat dan bisa dibaca oleh orang lain. Misalnya saja pupil mata manusia. Arah gerak pupil mata manusia pun mengomunikasikan sesuatu kepada manusia lainnya yang dapat melihat dan membacanya.

 

Lateral Eye Movement (LEM)

 

Analoginya sama seperti komputer yang mengelompokkan file data berdasarkan ciri kelompoknya, demikian juga dengan otak manusia ternyata juga menyimpan file yang dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu juga. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata manusia mempunyai 6 (enam) ruangan/tempat tersendiri ketika melakukan penyimpanan file-filenya. Hal ini dikenal dengan konsep Lateral Eye Movement, yaitu pergerakan pupil mata sebagai refleksi dari gerakan otak ketika mengakses/mengambil file-file tertentu di rak atau memasuki ruangan tertentu.

 

Gambar di samping adalah gambar wajah yang sedang melihat ke Anda. Di sanalah otak kebanyakan manusia yang tidak kidal meletakkan filenya. File gambar yang telah lampau diletakkan di bagian kiri atas. File suara yang telah lampau diletakkan di bagian kiri tengah, sedangkan ruangan untuk berbicara dalam hati adanya di ruang kiri bawah. Bagian kanan atas adalah ruang untuk membuat/mengkreasi gambar, bagian kanan tengah adalah ruangan khusus untuk mengkreasi suara, sedangkan ruangan kanan bawah adalah ruangan khusus untuk merasakan sesuatu.

 

Pernahkan Anda memperhatikan pupil mata pak Habibie (mantan Presiden RI) ketika sedang berbicara?..ke arah mana gerakannya?.. ke arah kanan atas? arah kanan tengah? arah kanan bawah?.. atau arah kiri atas, kiri tengah, atau kiri bawah? Cobalah Anda bertanya kepada pasangan Anda, dengan siapa dia makan tadi siang, dan perhatikan gerakan pupil matanya.

 

Hal yang perlu digarisbawahi dalam menerapkan LEM adalah bahwa walaupun sebagian besar manusia adalah seperti itu, tetapi tidak setiap manusia sama dalam mengakses data dan informasinya. Oleh karena itu perlu dilakukan yang namanya kalibrasi. Seperti layaknya pompa bensin (SPBU) dilakukan kalibrasi oleh Pertamina untuk mengukur bahwa penunjuk 1 liter di panel mengartikan benar telah keluar 1 liter BBM dari selangnya, maka Anda pun perlu melakukan kalibrasi kepada orang lain sebelum meng-execute LEM ini. Apabila Anda sudah yakin bahwa apabila gerak pupilnya ke kiri atas mengartikan otaknya sedang mengakses file gambar yang lampau, maka dapat dipastikan untuk selanjutnya bahwa kiri atas adalah tempat dia meletakkan file gambar lampaunya.

 

Bagaimana penerapannya dalam keseharian Anda sebagai akuntan publik, sektor publik, pendidik, dan akuntan manajemen? Mudah saja, coba saja anda tanyakan kepada staff Anda, apakah pekerjaan yang Anda berikan sudah dilaksanakan? Lihat arah pupilnya, lalu tanya lagi, apakah dia sudah melakukan cek untuk kedua kalinya? Lihat lagi arah pupilnya. Dapatkan pelajaran baru Anda, yaitu pelajaran tentang kejujuran staff Anda. Selamat mencoba……

 

Heliantono
www.abcprogram.co.id